Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

LELAH

ilustrasi dari.(kompasiana) Barangkali hati dan kaki mencapai kata sepakat Enggan untuk bertepi Ataupun melangkah Mencari tempat berteduh Kali ini bertahan dan menetap Meski sang mentari dengan bebas menghitamkan kulitku Puisi Terkait : Kisah Kita Tak ada yang menghalaunya Sampai dahaganya kehabisan Biarkan aku menjerit dalam kebisuan Asalkan aku tak dikatakan lemah Sebagai bukti kalau aku bisa bertahan Dalam luka yang belum menemukan obat penawar Barangkali semangatnya yang menggebu akan pudar Perlahan, hingga menjemput sore Dengan cahaya keemasan yang setia bergantung di langit jingga Meski hanya sesaat Kemudian ditelan bumi Dan menjemput temaram malam ================================ Oleh : Riand Pratama

MENGENANGMU MAMA

ilustrasi ibu(tribun timur)  Entah kenapa rautmu kembali terngiang diwajahku pagi ini Sembari melihat bingkai fotomu Tetes demi tetes air mata jatuh disetiap sudut pipihku Dua puluhan  tahun engkau telah pergi meninggalkan kami anakmu, mama Dahaga akan kehadiranmu kini menggebu lagi Waktu itu kami belum paham akan kasih dan cintamu yang kau berikan Kami masih kecil, tak cukup bagi kami memahami arti kesetianmu mendidik kami Kami hanya meninggalkan jejak cintamu dari cerita Mungkin  cinta tuhan lebih kuat dibandingkan cinta kami Sehingga engkau pergi secepat itu dulu Sekarang kami sudah dewasa mama Aku belajar kesetian darimu mama kepada pujaanku Dia hampir seperti mama memiliki senyum serupa Meski senyummu hanya kulihat dari fotomu masih muda Cukup bagiku untuk membandingkanya Andai mama masih ada, akan kuceritakan semuanya Tapi kami bahagaia ada mama yang memiliki cinta yang sama dengan mama Dia dengan segala pengerbonan,kesetian dalam mendidik k...

KISAH KITA

Gambar.jitu news.com Teruntukmu Aku abadikan kisah ini dalam aksara ini Karena setiap langkah pasti ada jejak Luka akan meninggalkan bekas Begitupun kisah, akan selalu dikenang Cinta tidak harus dimiliki Ada saatnya kalimat ditandai dengan tanda titik Tidak harus menggunakan tanda koma Teruntukmu Terima kasih pernah bersinggah dan bertepi Saatnya kamu dan aku mengarungi samudra yang luas Selagi samudra tak mengamuk Arunglah dengan baik Jangan sampai melewati karang Pilihlah pelabuhan yang tepat untuk berlabuh Agar penumpang kapal tak salah arah Teruntukmu Baca Juga: GMKI Cabang Kupang Kutuk Keras Persekusi Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Aku akan menggunakan tanda tanya Dalam setiap jalanku merangkai kalimat Karena aku sedang kebingungan Dimana aku harus bertepi Entahlah seribu tahun lagi mungkin aku bisa menjawab Biarkan aku mengobati luka dengan obat yang cocok Meski tetap menyisahkan bekas Tapi aku bahagia Pernah merajut kasih bersamamu Walau be...

JERITAN SANG BOCAH

Gambar.(Kompas.com) Di kala fajar mulai merekah di ufuk timur untuk menuaikan tugasnya menerangi jagat ini. aku sang bocah kecil merajut hidup demi sesuap nasi panas terik tak akan kuhiraukan. Keringat Becucuran membanjiri tubuh mungil ini takan dapat menghalangi langkahku. lorong demi lorong kulalui dikota metropolitan ini. Namun aku tetap menjadi sang bocah yang tak pernah naik status. Wahai dunia mampukah engkau berpaling padaku? wahai kalian yang berdasi panjang yang saat ini duduk di tahta mampukah kalian memandang pengorbananku ? Aku sang bocah kecil membutuhkan belalian kasihmu. ============================= oleh: ozzal Harno Puisi Terkait: Cangkir Rindu

Nona Berambut Panjang

Gambar.pixabay Langit jingga perlahan ditutup awan gelap Lantunan ayat-ayat suci mulai terdengar Nona berambut panjang mulai menyemprot bajunya dengan parfum Aromanya semerbak bak bunga yang mulai mekar.Namun, membuat perut ingin memuntahkan makanan yang telah disantap Tas kulit diambilnya, lalu digendong pada pundaknya. Lekungan pinggangnya wooh bohai seperti gitar Spanyol.Bibirnya dioles lipstik merah jambu Satu menit kemudian bibirnya bermertamorfosis menjadi merah jambu Rambutnya yang lurus seperti air yang tak bertepi Dicatoknya, sesekali terlihat asap Mungkin tekanan arus listrik melebihi kapasitas Angin sepoi menerbangkan beberapa rambutnya Baca Juga : 1.000 Hektar Padang Savana di Nagekeo Sudah Terbakar Tepat di rumah bertingkat dengan musik yang memekakan telinga disitulah dia bertepi Kalau saja orang yang sakit gigi berada disitu, mungkin saja dibakarnya rumah itu Didorongnya pintu, laki-laki berkumis tipis sembari memegang botol alkohol menghampirinya.Tangan ...

Cangkir Rindu

istimewah Dengan setia kuseduh kopi panas sore itu Aromanya menusuk penciumanku Keseruput perlahan lewat lekungan bibirku Persetubuhan yang bergairah antara bibirku dan bibir cangkir Kuteguk kopi itu, manisnya merasuk kedalam jiwaku Sorot mataku menatap bayangan diriku Dalam pekatnya warna kopi itu Tampak rupamu sedang tertunduk lesu Diatas meja belajarmu Tempat biasa kamu menulis surat balasanku Rinduku perlahan memuncak setiap bibirku beradu pada cangkir kopi Tanpa kusadari tetes-tetes bening mengalir pada pipiku Kubiarkan tetes itu berjatuhan Untuk menyirami benih-benih rindu Yang kutanam setiap denyut nadiku Kelak akan tumbuh pohon pertemuan Buahnya akan kita santap dalam ikatan pernikahan Disirami air dengan lantunan doa-doa pemberkat Lentik jari manis dihiasi cincin keabadian Diiringi nyanyian koor yang bersorak sorai Disahkan dalam sakramen Tak tercerai-beraikan hingga akhir hayat ======================================= Oleh:...

Perempuan Berbalibelo

Gambar.(kompas.com) 'Terik matahari hampir mencapai kakiku Hingga aku hampir menginjak bayanganku sendiri Sorot mataku tajam menatap lenggak lenggok badanmu Menari Ndundu Ndake Indah, cantik serupa dengan pakaian yang kau kenakan Ayunan tanganmu seirama dengan senyummu Gigi gisulmu menawan bak bidadari tak bersayap Membuat hatiku gemuruh Baca Juga: Viktor Laiskodat Imbau Warga NTT di Papua Tak Ikut Terprovokasi Berteriak namamu dalam hati Balutan balibelo dalam kepalamu Melantunkan nada-nada syahdu saat kamu mengayunkan badanmu Kamu piawai dalam tarian Ndundu Ndake Dan piawai menjerumus aku untuk mencintaimu Pikirku dalam hati Hentakan kakimu, membuyarkan semua hayalku Aku sadar Aku tak mengenalmu Diriku hanya pengagum rahasiamu Dan pengagum tarian Ndundu Ndake ========================================= Oleh : Riand Pratama

HUJAN

istimewah Kembali kau membungkus peraduanku Rumah reotku yang sepih Kau temani dengan teriakan histerismu Seakan kau tau perasaanku Usia senja tak membuatku beranjak dari kediaman reotku Kali ini, bulir-bulirmu serempak dengan tetesan air mata Membasahi hingga sesak di dada Aku tertunduk lesu sesekali memandang tetesmu Dari balik jendela yang hampir rapuh Aku melihat bayang-bayang perempuan Berparas cantik, berpakaian putih Sedang menari diantara bulir-bulirmu Sorot mataku tajam melihatnya Ketika hendak mataku kusentuh dengan tanganku Perempuan itu hilang seketika Hilang diantara pekatnya bumi Karena awan dengan setia memayungi bumi ini Sekan beradu mesra ketika kulit bumi menggigil tak karuan -------------------------------------------------------- oleh:Ryand pratama https://www.law-justice.co/artikel/70743/ceramah-tentang-salib-uas-tolak-minta-maaf/

Untuk Sebuah Nama

Istimewa Sengaja aku anonimkan namamu Biar kamu nggak kelihatan kegeeran Kamu memang serupa mataharai Menyinari daun-daun pada tiap ranting pohon Tidak untukku Aku hanyalah angan dalam hidupmu Berimajinasi tentangmu hal yang mudah Semudah aku goreskan diksi-diksi ini Untuk sebuah nama Pekalah, sebelum kamu akan menikmati hampa Kamu akan tau bagaimana rasanya rintih Manis gula, kelak kau akan menikmati pahit Sebelum, cahaya senja bergantung di langit jingga ditelan bumi Burung-burung akan tertawa sinis padamu Sudahlah, bukalah pintu hati Sebelum kau gigit lekungan bibirmu Ah, maaf hanya bermain kata Untukmu pemilik hati Bungkus dan rawat hatimu Kemerau sedang melanda Hujan belum menetes air Yang akan kau siramkan pada bunga yang tepat Mekar, bak negeri sakura ------------------------------------------- Oleh:Rian pertama.

Pergi

Gambar.spophiescatedmama.com Pagi itu mama tak lagi menyahut Suaranya yang anggun tak lagi terdengar Biasanya, dia selalu memanggil nama setiap anaknya Hari yang beda pagi itu, hanya kesedihan yang membungkus hati Tak ada aroma kopi dari setiap asap yang mengepul Kopi dan gula tertata rapi Seakan mama memberi pesan, kalau tiba saatnya menyeduh kopi sendiri Sunyi bercampur lara hati ini Remuk bak kopi yang habis digiling Hanya tetesan air mata membasuh pelipis Namun suara isak tak terdengar Kepergian mama seakan rumah tak ada penghuni Hati terus diselimuti kepedihan Tak lagi nampak bajunya yang kusuh Pakayan yang selalu dikenakanya, saat menyeduh kopi pagi Hanya fotonya yang mengglinding di dinding yang tersisa Senyumnya meninggalkan cerita Kasih dan cinta hanya kenangan Kenangan yang sulit untuk dilukiskan Cinta tuhan memang besar Karena dia sang pencipta Mengalahkan cinta kami anaknya Hanya doa untuk mengiringi kepergianya Agar b...

KOPI HITAM & BUNDA

 Foto: thinkstock Kepulan asap dari cangkir membangunkanku di Pagi buta Seakan menyuruhku kalau fajar telah tiba Pekat hitam warnamu Namun memaniskan lidahku Aromamu menyihir hidungku Untuk terus menghirup setiap asap yang mengepul Setiap aku menyeruputmu Mengingatkanku kalaku masih kecil Sosok bunda jika mataku menatap bayangan dalam pekatmu Bunda yang tak pernah letih Bangun di pagi buta Meski hawa dingin menggigilkan kulitnya Karena embun yang menempel disetiap dinding kaca Namun, tak memudarkan semangatnya mempersiapkan hidangan Untuk kami santap sebelum berangkat ke sekolah Tempat awal kami belajar menghitung dan menulis Ah, rasanya ingin kuulang semua kenangan itu Namun waktu tak bisa berputar kembali Lewat cangkir kopi aku tuliskan semua kenangan itu Terima kasih kopi hitam Pekatmu, manismu mengingatkan semua cerita yang aku rangkai Dalam satu goresan nan makna, meski tak sempurna Oleh : R. Pratama (Pengagum senja dan penikmat kopi hitam)

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

Senja Yang Terlampau Pergi

Ilustrasi memotret senja dengan smartphone.(Shutterstock)     S uatu sore yang indah, aku duduk di kediamanku Jakarta Selatan. Seperti biasa kopi hitam aku  seruput sembari menikmati setiap kepulan asap yang keluar dari bibirku.Saban hari, senja adalah  penantianku. Aku penyuka senja karena cahaya jingganya menghipnotiskan aku setiap aku  menatapnya dari tirai jendela kamarku.Biasanya, beberapa kumpulan puisi senja aku habiskan  membacanya setiap kuseruput kopi. Mudah rasanya aku defenisikan senja.Senja bagiku adalah  balasan rindu dari setiap goresan rindu yang aku hitamkan diatas kertas putih. Bodoh amat, apa pun  defenisi senja bagi pecinta sastra. Toh setiap orang punya perspektif berbeda.Sore itu sepi sekira  pukul 16.00 Wib, satu jam lamanya aku menunggu penantian itu. Lantunan ayat- ayat suci yang  sahdu belum terdengar dari rumah ibadat sebelah. Ku hanya memandang gedung bertingkat  menjulang hampi...