Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

Sistem pembagian Tanah,Masyarakat Manggrai

Lingko cara.kec.ruteng.kab.manggrai     Masyarakat Manggarai memiliki kesadaran mendalam  akan bagaimana “kepemilikan tanah diatur sedemikian rupa sehingga muncul kearifan-kearifan yang mencegah monopoli. 

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...

Agama dan Kearifan Lokal di Indonesia dalam Tantangan Global

              1 . Pengantar A gama pada dirinya hadir sebagai pemberi makna bagi manusia. Melalui dan dalam agama orang beriman akan menemukan dasar dari segala tindakannya. Sosiologi melalui kenyataan ini melihat agama dalam perilaku sosial. Sebab, dari pemaknaan akan ajaran agama orang akan bertindak sesuai dengan apa yang diajarkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam arti itu pulalah kemudian kita melihat bahwa kearifan lokal hadir sebagai pemberi makna. Kearifan lokal pada umumnya dihayati oleh penganut agama lokal. Dengan demikian, agama dan kearifan lokal hadir sebagai pemberi makna. Makna ini kemudian berubah wujud menjadi tindakan atau perilaku sosial tatkala ia memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, dewasa ini kehadiran globalisasi sedikit memberi ancaman bagi eksistensi agama lokal. Agama lokal cenderung dikesampingkan berhadapan dengan berbagai tawaran menarik globalisasi. Globalisasi dengan warna...