![]() |
| Foto: thinkstock |
Kepulan asap dari cangkir membangunkanku di Pagi buta
Seakan menyuruhku kalau fajar telah tiba
Pekat hitam warnamu
Namun memaniskan lidahku
Aromamu menyihir hidungku
Untuk terus menghirup setiap asap yang mengepul
Setiap aku menyeruputmu
Mengingatkanku kalaku masih kecil
Sosok bunda jika mataku menatap bayangan dalam pekatmu
Bunda yang tak pernah letih
Bangun di pagi buta
Meski hawa dingin menggigilkan kulitnya
Karena embun yang menempel disetiap dinding kaca
Namun, tak memudarkan semangatnya mempersiapkan hidangan
Untuk kami santap sebelum berangkat ke sekolah
Tempat awal kami belajar menghitung dan menulis
Ah, rasanya ingin kuulang semua kenangan itu
Namun waktu tak bisa berputar kembali
Lewat cangkir kopi aku tuliskan semua kenangan itu
Terima kasih kopi hitam
Pekatmu, manismu mengingatkan semua cerita yang aku rangkai
Dalam satu goresan nan makna, meski tak sempurna
(Pengagum senja dan penikmat kopi hitam)
