![]() |
| istimewah |
Dengan setia kuseduh kopi panas sore itu
Aromanya menusuk penciumanku
Keseruput perlahan lewat lekungan bibirku
Persetubuhan yang bergairah antara bibirku dan bibir cangkir
Kuteguk kopi itu, manisnya merasuk kedalam jiwaku
Sorot mataku menatap bayangan diriku
Dalam pekatnya warna kopi itu
Tampak rupamu sedang tertunduk lesu
Diatas meja belajarmu
Tempat biasa kamu menulis surat balasanku
Rinduku perlahan memuncak setiap bibirku beradu pada cangkir kopi
Tanpa kusadari tetes-tetes bening mengalir pada pipiku
Kubiarkan tetes itu berjatuhan
Untuk menyirami benih-benih rindu
Yang kutanam setiap denyut nadiku
Kelak akan tumbuh pohon pertemuan
Buahnya akan kita santap dalam ikatan pernikahan
Disirami air dengan lantunan doa-doa pemberkat
Lentik jari manis dihiasi cincin keabadian
Diiringi nyanyian koor yang bersorak sorai
Disahkan dalam sakramen
Tak tercerai-beraikan hingga akhir hayat
=======================================Oleh: Riand Pratama
