![]() |
| Gambar.(Kompas.com) |
Di kala fajar mulai merekah di ufuk timur
untuk menuaikan tugasnya menerangi jagat ini.
aku sang bocah kecil merajut hidup demi sesuap nasi
panas terik tak akan kuhiraukan.
Keringat Becucuran membanjiri tubuh mungil ini
takan dapat menghalangi langkahku.
lorong demi lorong kulalui dikota metropolitan ini.
Namun aku tetap menjadi sang bocah yang tak pernah naik status.
Wahai dunia mampukah engkau berpaling padaku?
wahai kalian yang berdasi panjang yang saat ini duduk di tahta
mampukah kalian memandang pengorbananku ?
Aku sang bocah kecil membutuhkan belalian kasihmu.
oleh: ozzal Harno
Puisi Terkait:Cangkir Rindu
