![]() |
ilustrasi ibu(tribun timur) |
Entah kenapa rautmu kembali terngiang diwajahku pagi ini
Sembari melihat bingkai fotomu
Tetes demi tetes air mata jatuh disetiap sudut pipihku
Dua puluhan tahun engkau telah pergi meninggalkan kami anakmu, mama
Dahaga akan kehadiranmu kini menggebu lagi
Waktu itu kami belum paham akan kasih dan cintamu yang kau berikan
Kami masih kecil, tak cukup bagi kami memahami arti kesetianmu mendidik kami
Kami hanya meninggalkan jejak cintamu dari cerita
Mungkin cinta tuhan lebih kuat dibandingkan cinta kami
Sehingga engkau pergi secepat itu dulu
Sekarang kami sudah dewasa mama
Aku belajar kesetian darimu mama kepada pujaanku
Dia hampir seperti mama memiliki senyum serupa
Meski senyummu hanya kulihat dari fotomu masih muda
Cukup bagiku untuk membandingkanya
Andai mama masih ada, akan kuceritakan semuanya
Tapi kami bahagaia ada mama yang memiliki cinta yang sama dengan mama
Dia dengan segala pengerbonan,kesetian dalam mendidik kami
Setiap peluh yang jatuh disudut pipinya ada kasih yang luar biasa diberikan kepada kami
=====================================
