![]() |
| istimewah |
Kembali kau membungkus peraduanku
Rumah reotku yang sepih
Kau temani dengan teriakan histerismu
Seakan kau tau perasaanku
Usia senja tak membuatku beranjak dari kediaman reotku
Kali ini, bulir-bulirmu serempak dengan tetesan air mata
Membasahi hingga sesak di dada
Aku tertunduk lesu sesekali memandang tetesmu
Dari balik jendela yang hampir rapuh
Aku melihat bayang-bayang perempuan
Berparas cantik, berpakaian putih
Sedang menari diantara bulir-bulirmu
Sorot mataku tajam melihatnya
Ketika hendak mataku kusentuh dengan tanganku
Perempuan itu hilang seketika
Hilang diantara pekatnya bumi
Karena awan dengan setia memayungi bumi ini
Sekan beradu mesra ketika kulit bumi menggigil tak karuan
--------------------------------------------------------
oleh:Ryand pratama
