Skip to main content

Berikut Profil Lengkap Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat

Romo Sipri Hormat,  telah dipilih menjadi Uskup Ruteng(foto: Pos Kupang)



Bacaaharian blogspot.com,Ruteng-Romo Sipri Hormat,  telah dipilih menjadi Uskup Ruteng yang diumumkan oleh Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Pr saat ibadat pengumuman Uskup Ruteng di Paroki Katedral Ruteng, Rabu (13/11) malam.


Romo Sipri juga merupakan Sekretaris Eksekutif KWI.


Pada ibadat tersebut berlangsung, Romo Alfons membacakan surat keputusan Romo Sipri menjadi Uskup Ruteng.


Ibadat ini mengawali dengan pengumuman nama Uskup Ruteng yang dibacakan Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Pr.


Usai ibadat Romo Alfons membacakan surat dari vatikan.


Salinan surat dari vatikan berbunyi Saya hendak memastikan kepada Anda melalui surat ini bahwa Bapa Suci. Paus Fransiskus, telah mengangkat Romo Siprianus Hormat dari klerus Ruteng.


Sampai sekarang Sekretaris Eksekutif KWI, sebagai Uskup Ruteng yang baru.


Berita yang membahagiakan ini dipublikasikan hari ini di Roma dan di seluruh dunia pukul 18:00 WIB (pukul 19:00 WIT).


"Sambil menyampaikan keputusan Kepausan ini, saya meminta agar Anda memberitahukan hal ini kepada semua imam, biarawan-biarawati dan umat beriman awam di Gereja Lokal Anda yang luhur," katanya melansir Pos Kupang.


Sembari meminta mereka mendoakan Uskup terpilih dan menyambutnya sepenuh hati sebagai gembala baru.


"Pada saat bersamaan, atas nama Bapa Suci dan dari lubuk hati, saya merasasangat terhormat untuk mengungkapkan kepada Yang Mulia, rasa syukur yang paling dalam atas pelayanan Anda yang panjang dan berbuah, sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng. Kecerdasan Anda, karunia-karunia rohani Anda, dan kepemimpinan Anda telah banyak membantu Gereja Katolik di Ruteng untuk menemukan damai dan rekonsiliasi, agar semua imam, biarawan-biarawati, keluarga dan juga umat beriman awam dapat terus bertumbuh dalam iman, jumlah dan kualitas. Semoga Allah memberkati Anda dengan berlimpah dan di tahun-tahun mendatang.Mohon terimalah, Yang Mulia, ungkapan persaudaraan saya yang hangat. Bersatu bersama dalam Kristus Sang Gembala Baik," ucapnya.



Romo Sipri menggantikan Mgr Hubertus Leteng Pr yang mengundurkan diri dua tahun lalu.


Diketahui Romo Sipri lahir di Cibal, Manggarai pada 16 Juli 1966


Ia menamatkan pendidikan SD di SDK Ri’i (1974-1980), lalu SMP dan SMA di Seminari Pius XII Kisol (1980-1986).


Ia kemudian melamar menjadi imam projo Keuskupan Ruteng. Ia studi di STFK Ledalero pada 1987-1991, lalu studi teologi di kampus yang sama pada 1993-1995.


Romo Sipri menempuh studi lanjurt di Universitas Lateran, Italia (Licenciat) pada 1999-2001 dan Kursus Formasi di Gregoriana (2001-2002).


Ia ditahbiskan menjadi imam tahun 1995, lalu ditugaskan sebagai Ketua Komisi Kepemudahaan Keuskupan Ruteng dan menjadi pastor kapelan di Paroki Cewonikit, Ruteng hingga 1996.


Tahun 1996-1997 ia menjadi pastor pendamping para frater yang menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lela, Maumere, Flores.


Tahun 1998 menjadia pastor rekan Paroki St Paskalis, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.


Tahun 2002-2012 menjadi staf pembina Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret.


Pada saat bersamaan tahun 2003-2012 juga menjadi staf pengajar STFK Ledalero. Ia juga menjadi dosen tamu di STKIP St Paulus Rutengf (Sekarang Unika St Paulus) pada 2007-2011.


Sejak 2012 Romo Sipri hijrah ke Jakarta menjadi Sekretaris Komisi Seminari KWI dan sekrtaris hraian BKBLII KWI.


Ia juga menjadi ketua UNIO Indonesia sejak 2014.


Pada November 2016, ia terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI pada sidang tahunan KWI tahun 2016, menggantikan RD Edy Purwanto.

Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...