Skip to main content

Anggota DPD NTT Desak Pemerintah Usut Tuntas Desa Fiktif

Anggota DPD NTT, Abraham Paul Liyanto. (Foto : SINDOnews)



Polemik Pembentukan Desa Siluman Yang akhir-akhir ini diperbincangkan mendapat tanggapan dari semua kalangan.

Hal ini mendapat tanggapan dari Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPDI) NTT, Abraham Paul Liyanto.

Abraham mendesak pemerintah untuk mengusut modus pembentukan desa siluman dan mendesak juga aparat penegak hukum juga harus segera bertindak karena pembentukan desa siluman sebagai bentuk korupsi yang dilakukan secara terencana.

"Ini praktik yang di luar nalar. Kok bisa ya ada desa siluman. Harus diusut tuntas siapa-siapa yang terlibat," katanya di Jakarta, Jumat (8/11) mengutip Beritasatu.

Ketika dimintai komentar terkait pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa ada desa fiktif alias 'desa siluman' yang aktif menerima program dana desa. Padahal, desa-desa itu tidak tidak berpenghuni.

Menurutnya, praktik seperti itu mendegradasi pengucuran dana desa. Dengan kasus seperti itu, masyarakat bisa menuntut penghapusan dana desa. Apalagi sejak pengucuran tahun 2015 sampai sekarang, banyak dana yang dikorupsi. Padahal tujuan dana desa sangat mulia yaitu untuk percepatan pembangunan di desa.

"Modus pembentukan desa siluman pengkhianatan terhadap cita-cita perlunya kucuran dana desa. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena mereka mencuri uang rakyat," tandasnya

Abraham meyakini, ada permainan sejumlah oknum dalam kasus tersebut mulai dari aparat desa, kecamatan, pemerintah kabupaten, pemerintah propinsi hingga pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Alasannya usulan desa baru dimulai dari tingkat desa hingga Kemendagri.

"Dana desa yang tujuannya membangun dan mensejahterahkan desa justru masuk ke kantong-kantong pribadi yang tidak bertanggung jawab. Jika benar, aparat penegak hukum, termasuk KPK harus bekerja," katanya.

Abraham yang sudah tiga periode menjadi anggota DPD ini juga mengusulkan pemerintah pusat membentuk tim khusus untuk memeriksa kelaikan desa-desa yang masuk dalam daftar penerima bantuan. Tim yang dibentuk harus lintas kementerian dan pemerintah daerah. Hal itu agar semua pihak bisa ikut memantau tersalurnya dana desa pada desa yang benar-benar membutuhkan.

Data Kemendagri menyebutkan, jumlah desa baru dari 2015 hingga 2018 hanya sebanyak 861 desa. Namun, alokasi anggaran dana desa terus meningkat. Dalam lima tahun terakhir, anggaran dana desa melonjak hingga tiga kali lipat, yakni dari Rp 20,76 triliun pada 2015, Rp 70 triliun pada 2019, dan menjadi Rp 72 triliun pada 2020. Sementara serapan dana desa hingga September sudah baru 63% persen atau Rp 42,2 triliun.

Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...