Skip to main content

Ada 632 Jembatan Dibangun dengan Dana Desa Di NTT

jembatan Kian Rai Ikun merupakan jembatan gantung pertama di perbatasan antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste. Keberadaanya menghubungkan Desa Tialai dan Desa Naikasa, Kecamatan Lamaken, Kabupaten Belu, NTT.( Foto: Republika/Dwina Agustin)


Bacaaharian blogspot.com,Jakarta- Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan,ada 632 Jembatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang Dibangun Dengan  Dana Desa.

“Ratusan infrastruktur jembatan yang dibangun ini kami potret dari pemanfaatan dana desa di yang dialokasikan untuk NTT pada 2018,” katanya di Kupang, Sabtu (2/11/2019)Mengutip Liputan6.

Dia menjelaskan, alokasi dana desa untuk NTT pada 2018 tercatat mencapai  Rp,254 triliun dan meningkat pada 2019 menjadi Rp3,02 triliun.

Selain untuk pembangunan jembatan, lanjutnya, dana desa juga dimanfaatkan untuk berbagai aspek lainnya seperti pembangunan Gedung PAUD, Taman Kanak-Kanak, Posyandu, perbaikan irigasi, pelatihan kesehatan, dan lainnya.

Dia mengatakan, dari berbagai hasil pembangunan dengan dukungan APBN tersebut, pihaknya optimistis dapar berkontribusi besar meningkatkan perekonomian masyarakat di provinsi setempat.

“Bahwa jalur distribusi mulai terbuka dengan infrastruktur jembatan itu, jalan-jalan di desa mulai bagus, kesehatan jadi bagian yang diperhatikan, dan lainnya,” katanya.

Dia menambahkan, “Itu adalah konsep kenapa dana desa menjadi perhatian penting pemerintah saat ini.”

Lidya menjelaskan, alokasi Dana Desa pada 2020 juga meningkat mencapai sebesar Rp 3,9 triliun untuk 3.026 desa yang menyebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Untuk itu, dia berharap adanya sinergi yang kuat terus dibangun pemerintah dan masyarakat agar dana desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk mari kita bersama-sama mengawasi pemanfaatan dana desa ini karena ini uang dari APBN yang merupakan milik kita semua,” katanya.


Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...