Skip to main content

Hidup adalah Memilih

gambar(hipwe comunity)
"Setiap Hari Bergantung Pada Pilihan Anda, Buatlah Setiap Hari Menakjubkan" (Greg Gorman)
Setiap hari kita bangun, kita mempunyai dua pilihan untuk hari baru. Kita dapat memilih berada dalam suasana hati yang baik atau buruk. Tiap saat sesuatu yang buruk dapat terjadi dan kita dapat memilih untuk menjadi korban keadaan, atau belajar dari keadaan tersebut. Tiap saat seseorang dapat datang kepada kita untuk berkeluh-kesah, kita dapat memilih menerima keluh-kesah tersebut, atau mengatakan sesuatu tentang sisi positif dari hidup. Hidup adalah segala hal tentang pilihan. Pilihan yang bijaklah yang membuat hidup kita menjadi lebih baik.
Ya, Sang Khalik menciptakan manusia dengan segala kebebasan. Salah satunya adalah bebas memilih dan mengambil keputusan. Memilih erat kaitannya dengan tindakan menyeleksi. Jadi, untuk memilih kita perlu menyeleksi dengan teliti baik-buruk dan untung-rugi dari piliha-pilihan yang ada. Dari hasil seleksi itulah kita dapat menentukan sebuah keputusan.
Dalam hidup ini kita selalu diperhadapkan dengan berbagai pilihan, mulai dari pilihan sederhana seperti akan makan apa, mau pergi ke mana, mau pakai pakaian warna apa, dan seterusnya, sampai pada pilihan-pilihan sulit seperti pasangan hidup dan masa depan yang memberikan dampak besar dalam kehidupan kita.
Bijaklak dalam memilih hal apa pun dan tidak hanya "membeo" atau ikut-ikutan saja. Dan jangan pernah menyesali pilihan apapun yang telah kita ambil. Betapapun berat konsekuensinya, jalanilah itu!!!
oleh.Basilius Aman.(mahasiswa | jakarta)

Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...