Skip to main content

POLANTAS MANGGARAI PERBAIKI JALAN BERLUBANG DI KOTA RUTENG

Sumber gambar.Radio Manggrai.(RM.88,00FM)


 Ruteng 1/6/2019:- Anggota Polisi dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Manggarai mengejutkan warga dan pengguna jalan di sekitar kompleks rumah pertokoan (Ruko) kota Ruteng. Belasan anggota Satlantas yang dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Manggarai Iptu Jhaenudin melakukan tugas lain di luar keseharianya.Ternyata, anggota-anggota korps pengatur lalulintas ini sedang menutupi sejumlah lubang yang menganga di ruas Jalan W.J. Lalamentik, Komplex Ruko Pemda (Samping Gereja Emanuel-Protestan), Kelurahan Pitak, Langke Rembong, Manggarai.Mereka mengangkat sak (karung semen), pasir, kerikil dan air, kemudian diaduk menjadi campuran. Satu per satu lubang-lubang tersebut ditutup campuran. Total ada 12 lubang yang berhasil diperbaiki."Pantuan kami (Satlantas), sudah lebih dari 2 tahun jalan ini rusak. Jadi, yah, karena belum diperhatikan (Pemerintah, red), kami ambil inisiatif," kata Iptu Jhaenudin yang ditemui Radio Manggarai disela-sela memimpin anggotanya memperbaiki jalan tersebut.Kasatlantas yang dikenal sebagai pencinta otomotif ini mengaku memperhatikan terus jalur ini selama bertahun-tahun. Namun, karena tak kunjung diperbaiki, dia bersama anggotanya mengambil inisiatif untuk memperbaiki. Apalagi menurut Jhen, begitu dia biasa disapa, kerusakan badan jalan merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalulintas (Lakalantas)."Ada 4 penyebab utama lakalantas. Pertama, kendaraan tidak layak, Human Error (Kelalaian manusia), Cuaca Buruk, dan kondisi medan jalan yang rusak," lanjut Jhainudin.Iptu Jhaenudin berharap, jalanan yang rusak atau berlubang di seluruh kota Ruteng bisa diperhatikan pihak-pihak terkait."Ini hanya sebagai pelecut yah. Kami (Satlantas) tentu saja tidak bisa memperbaiki semuanya. Semoga ada perhatian dari pihak-pihak terkait," tutup Jhaenudin.Warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas mengapresiasi inisiatif yang positif dari Satlantas Polres Manggarai. Kegiatan ini dianggap sangat bermanfaat bagi kelancaran lalulintas dan aktivitas masyarakat di seputar pertokoan."Terimakasih kepada pak Polisi. Sudah lama jalur ini rusak. Jangankan motor, oto (mobil) saja kalau lewat sini, guncang setengah mati. Syukur hari ini sudah diperbaiki," kata Erik, ojek motor yang biasa mangkal di area tersebut. (Red)

Reporter & Editor: Ino Jemadu
Sumber:Radio Manggarai(RM88,00FM)

Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...