Skip to main content

PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA PADA ERA ORBA


Istimewa
 Pancasila adalah Dasar Negara yang ada di Indonesia, yang oleh sebab itu pancasila dikatakan sebagai sumber dari segala sumber bangsa Indonesia. Karena pancasila adalah ideologi yang bisa bertahan dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi pada bangsa indonesia.Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap 1 Juni. Momentum bersejarah itu identik dengan ide cemerlang Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno yang dilontarkan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Soekarno dengan hasratnya menegaskan  kepada peserta BPUPKI perlunya bangsa ini memiliki dasar negara sebaga fondasinya. Lima prinsip dari Soekarno akhirnya dikaji secara bersama oleh peserta dan akhirnya disetujui.
Sampai pada era ini, momentum ini terus diperingati dari tahun ke tahun.Namun, begitu berbeda dengan  masa Orde Baru. Polemik muncul,  seperti tidak diakuinya Pancasila 1 Juni yang muncul dari gagasan soekarno ini.Tetapi , Presiden Soeharto malah lebih sering merayakan Hari  Pancasila pada 1 Oktober 1965, sebagai suatu  pertanda runtuhnya Gerakan 30 September 1965. Dan bahkan untuk memperingati momentum hari lahirnya pancasila pada era orba jarang sekalih diperingati.Karena perspektif Orde Baru saat itu, lima sila yang tertera dalam Pancasila  sudah ada juga dalam diri bangsa Indonesia. Hari yang dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila adalah 18 Agustus 1945, karena saat itu Pancasila secara resmi sudah menjadi falsafah bangsa dengan disahkannya UUD 1945 sebagai pengganti Pancasila.Pembukaan UUD 1945 juga telah mengakomodasikan kelima sila dari Pancasila sebagai dasar negara. Maka dari itu, Pancasila memiliki kedudukan hukum dan kedudukan politik yang konstitutional dalam berbangsa dan bernegara.
Era Rezim Jokowi
Pasca Pemerintahan joko widodo, Pada 2016 lalu mengeluarkan penetapan untuk mempertegas dan menetapkan bahwa 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila secara nasional. Penetapan ini dilakukan setelah lebih dari 70 tahun lamanya Indonesia merdeka.Penetapan itu tertera dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 24 Tahun 2016. Keputusan ini secara resmi ditandatangani sebagai bentuk sahnya hari lahir pancasila 1 juni oleh Presiden Joko widido di hadapan tokoh nasional saat kegiatan peringatan pidato Bung Karno di gedung Merdeka Bandung.Keputusan ini sekaligus melengkapi Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008 yang juga menetapkan 18 Agustus 1945 sebagai Hari konstitusi/UUD.

Oleh : Fersyn Waku (Mahasiswa diJakarta)

Popular posts from this blog

Daftar Nama Jalan di Belanda Abadikan Nama Pejuang Indonesia, Kenapa Soekarno Tidak Ada ?

Sunber Gambar.(gird.id) Sebanyak sembilan nama tokoh pahlawan Indonesia akan menghiasi jalan di kota Amsterdam, Belanda Dan bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka. Namun, dari sekian nama tersebut nama Soekarno tak ada dalam daftar nama-nama tersebut. Pemerintah Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda.Sebagaimana diberitakan histori.id Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarst...

BEBASKAN KAUM TERTINDAS DARI BELENGGU KETERTINDASAN

Dalam mencapai Pendidikan kaum tertindas, yakni pendidikan bagi manusia yang terlibat dalam perjuangan bagi kebebasan mereka sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama, berakar disini. Bagi mereka yang sadar, atau mulai menyadari dirinya sendiri sebagai kaum tertindas ataupun terbungkam, dituntut untuk bersinergi dalam mengembangkan kualitas pendidikan ini. Tidak ada pendidikan yang sungguh-sungguh membebaskan yang tetap membuat jarak dari kaum tertindas, dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak beruntung dan menyajikan model pelajaran tiruan yang beerasal dari kaum penindas. Edukasi kaum tertindas sebagai edukasi para humanis dan pembebas, terdiri dari dua tahap, pada tahap pertama, kaum tertindas membuka sekat dunia penindasan dan memulai praksis melibatkan diri dalam mencapai perubahan yang signifkan. Pada tahap kedua, dimana realitas perubahan itu selalu dinamis, pendidikan ini tidak lagi milik kaum tertindas tetapi menjadi pendidikan untuk seluruh manusia dalam p...

Kosmologi Masyarakat Manggarai dalam Ritus Lingko

   K osmologi Masyarakat Manggarai                      dalam Ritus Lingko P endahuluan      L ingko adalah kebun komunal orang Manggarai Flores Barat Nusa Tenggara Timur yang berbentuk bundar dan di tengahnya terdapat titik pusat yang disebut lodok. Dan dari pusat( lodok )ini ditarik garis lurus ke luar hingga pinggiran lingko ( cicing ). Dalam pembagian ini, masing-masing orang mendapat jatah tanah sesuai kedudukannya dalam kampung yang takarannya diukur dengan menggunakan jari tangan ( moso ). Ada yang mendapat moso ponggo (ibu jari) karena dia adalah tetua kampung yang berpangkat tu’a golo(ketua adat)atau tu’a teno. Sementara itu, seluruh warga biasa juga mempunyai hak sesuai denga ukuran lahan( mosonya )masingmasing.    Pembagian tanah dengan sistem lingko ini dijalankan secara ritual. Ada beragam ritus yang mesti dijalankan saat membagi tanah dalam sistem lingko. Inti dar...