![]() |
| Istimewah |
“JAS MERAH”(jangan sekali-kali melupakan sejarah)Ir. Soekarno. Sebuah ungkapan yang cukup familiar bila terlintas kata sejarah. Sudah tentu tak asing di telinga sebagian besar atau bahkan seluruh rakyat Indonesia. Lantas kita bertanya, ‘apa makna tersirat dari ungkapan Soekarno di atas?’. Entahkah ungkapan Soekarno di atas hanya sekedar padanan kata yang disusun sedemikian rupa untuk menciptakan kemolekan sebuah kalimat?. Yang pasti tidaklah demikian. Barangkali masing-masing kita menafsirkan ungkapan sederhana di atas dengan ragam kalimat unik, menarik; oleh karena cara pandang dan latar belakang pendidikan kita masing-masing. Sekalipun terjadi demikian, saya berani berasumsi tentang makna tersirat dari penafsiran kita masing- masing akan terungkap kemiripan bahkan keseragaman makna. “Tak sepantasnya kita melupakan sejarah bangsa di masa lalu, sebuah masa ketika ibu pertiwi lahir dan dicapai atas pertumpahan darah dan lebih dari itu agar kita memetik pelajaran dari sejarah tersebut”. Sebab lebih lanjut Soekarno berujar “Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya”. Dalam tindakan melihat, menulis atau menoleh ke masa lalu sejarahpun tentunya setiap orang punya caranya masing- masing. Sehubungan dengan itu HIMATEKIM(Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) angkatan 2018 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang punya cara tersendiri mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diterima di dalam kelas. “Studi Wisata” ke Museum Brawijaya adalah cara mereka menoleh pada sejarah masa lalu. Di bawah bimbingan dosen pengampuh mata kuliah pancasila (Bpk. Firman Firdausi), menjadikan studi wisata HIMATEKIM lebih bermakna dan penuh kesan. Segala sesuatu barang bersejarah dijelaskan dengan rinci, mulai dari ‘mobil sedan' (buatan perusahaan Amerika ‘De Sotto USA' yang dijadikan untuk perjalanan dinas oleh Kolonel Soengkono) hingga ‘gerbong maut'( mobil yang dipakai orang Belanda untuk mengangkut pejuang Indonesia dari penjara Bondowoso menuju Surabaya). Itulah cara kami mengenang sejarah Masa lalu, cara kami mengenang, perjuangan tokoh- tokoh besar dan para pahlawan, cara kami mengenang hari lahirnya PANCASILA.
Dari kami semua,
Mari Meneroka Sejarah! Dan selamat hari lahirnya Pancasila!By: Justin Jehaman( Mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Tribuhwana Tunggadewi Malang)
